museum@unigal.ac.id +62 265-776787

 

Deskripsi

Modul Praktikum Pembelajaran Sejarah ini dirancang sebagai panduan komprehensif bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, keilmuan sejarah, serta keterampilan aplikatif dalam konteks kepariwisataan. Modul ini menitikberatkan pada integrasi nilai-nilai konservasi, pelestarian budaya Kagaluhan, serta pemanfaatan teknologi sebagai media penguatan pembelajaran sejarah di era digital.
Praktikum difokuskan pada pengalaman langsung melalui observasi lapangan, pengembangan media pembelajaran digital, pemetaan situs sejarah, serta penyusunan skenario pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan industri pariwisata berkelanjutan.


Tujuan

Modul ini bertujuan untuk:

  1. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sejarah yang kontekstual, kreatif, dan berbasis teknologi.

  2. Meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap potensi sejarah, budaya Kagaluhan, dan situs-situs heritage sebagai sumber belajar.

  3. Membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam analisis objek sejarah, dokumentasi digital, dan interpretasi nilai historis bagi pendidikan dan kepariwisataan.

  4. Menumbuhkan sikap profesional, kritis, dan beretika dalam melestarikan serta mempromosikan warisan sejarah dan budaya lokal dalam konteks global.

  5. Menghasilkan produk pembelajaran sejarah—baik digital maupun non-digital—yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan sekolah, komunitas, dan sektor pariwisata edukatif.


Model Pembelajaran

Praktikum ini menggunakan pendekatan model pembelajaran sebagai berikut:

a. Project-Based Learning (PjBL)

Mahasiswa ditugaskan membuat proyek pembelajaran sejarah yang berbasis data lapangan, misalnya pembuatan video dokumenter, modul digital, augmented reality, atau virtual tour situs sejarah.

b. Experiential Learning

Pembelajaran melalui pengalaman langsung seperti kunjungan lapangan, wawancara dengan tokoh budaya, observasi artefak, hingga pemetaan potensi wisata sejarah.

c. Problem-Based Learning (PBL)

Mahasiswa menyelesaikan permasalahan nyata terkait pelestarian budaya, pengembangan wisata sejarah, atau tantangan pembelajaran sejarah di sekolah.

d. Blended Learning

Kombinasi pembelajaran tatap muka dan digital menggunakan platform daring, media interaktif, dan perangkat teknologi pendidikan untuk memperkuat literasi digital.

e. Contextual and Cultural-Based Learning

Pembelajaran dikaitkan dengan konteks budaya lokal, khususnya budaya Kagaluhan, untuk mengembangkan pemahaman historis dan karakter pelestarian budaya.


Materi Praktikum

Materi dalam modul ini mencakup:

  1. Analisis Sumber Sejarah
    – Observasi artefak, dokumen, situs sejarah, dan tradisi budaya Kagaluhan.
    – Penilaian nilai historis dan relevansi dalam konteks pendidikan.

  2. Perancangan Pembelajaran Sejarah
    – Penyusunan RPP inovatif berbasis teknologi dan konteks wisata sejarah.
    – Pengembangan asesmen autentik dalam pembelajaran sejarah.

  3. Teknologi Pembelajaran Sejarah
    – Pembuatan media digital: infografis, video, e-modul, AR/VR sederhana.
    – Pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran interaktif.

  4. Interpretasi Sejarah Lokal dan Pariwisata Edukatif
    – Eksplorasi budaya Kagaluhan sebagai sumber belajar.
    – Penyusunan narasi sejarah untuk produk wisata edukatif.

  5. Pelestarian dan Konservasi Warisan Budaya
    – Prinsip konservasi dalam pelestarian situs sejarah.
    – Strategi integrasi nilai konservasi dalam pembelajaran.

  6. Praktik Lapangan
    – Studi lapangan ke situs sejarah lokal/regional.
    – Dokumentasi visual dan penyusunan laporan analitis.

  7. Produksi Karya Akhir Praktikum
    – Prototipe media pembelajaran sejarah.
    – Laporan komprehensif hasil observasi dan implementasi pembelajaran.