Deskripsi
Praktikum Bahasa Belanda merupakan mata kegiatan penunjang kompetensi bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah yang berfokus pada penguasaan dasar-dasar bahasa Belanda untuk kepentingan kajian sejarah, dokumentasi arsip, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya. Pembelajaran dirancang melalui pendekatan praktis yang mengintegrasikan literasi arsip kolonial, terminologi dalam bidang heritage tourism, serta pemanfaatan teknologi digital dalam membaca, menerjemahkan, dan menganalisis sumber-sumber berbahasa Belanda.
Praktikum ini mendukung penguatan identitas keilmuan program studi melalui pemahaman sejarah dan budaya Kagaluhan, konservasi warisan budaya, serta peningkatan daya saing global mahasiswa melalui kemampuan bahasa asing yang relevan dengan penelitian sejarah dan industri pariwisata.
Tujuan
-
Mengembangkan kemampuan dasar membaca, memahami, dan menerjemahkan teks berbahasa Belanda yang berkaitan dengan sejarah, arsip, dan kebudayaan.
-
Membekali mahasiswa dengan keterampilan analitis dalam menelusuri dan memanfaatkan sumber-sumber primer berbahasa Belanda, terutama yang memiliki keterkaitan dengan sejarah lokal dan budaya Kagaluhan.
-
Mengintegrasikan penggunaan teknologi digital dalam pelaksanaan praktikum, seperti perangkat OCR, e-archive, dan aplikasi penerjemahan akademik.
-
Menumbuhkan kemampuan komunikasi ilmiah dan sikap profesional dalam kajian sejarah serta bidang kepariwisataan berbasis konservasi dan budaya.
-
Mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam riset sejarah, pengembangan museum, serta interpretasi warisan budaya untuk kepentingan pendidikan maupun industri wisata.
Luaran Keahlian
Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Kompetensi Bahasa
-
Mampu membaca dan memahami teks sederhana hingga menengah dalam bahasa Belanda.
-
Menguasai kosakata dasar yang relevan dengan sejarah, pariwisata, budaya, dan administrasi kolonial.
-
Mampu menerjemahkan teks-teks format arsip, surat kabar, dokumen resmi, maupun catatan sejarah.
2. Kompetensi Akademik dan Keilmuan
-
Mampu menganalisis sumber primer berbahasa Belanda untuk kepentingan penelitian sejarah dan kebudayaan.
-
Memiliki kemampuan interpretatif terhadap arsip kolonial yang terkait dengan sejarah lokal, termasuk budaya Kagaluhan.
-
Mampu menyusun laporan analisis dokumen secara ilmiah dan profesional.
3. Kompetensi Teknologis
-
Terampil menggunakan perangkat digital untuk membaca, mengonversi, dan menginterpretasi teks berbahasa Belanda, termasuk e-archive dan perangkat digital heritage.
-
Mampu mengintegrasikan teknologi dalam pengembangan konten sejarah dan pariwisata, seperti digital storytelling, museum digital, dan interpretasi situs budaya.
4. Kompetensi Kepariwisataan dan Konservasi
-
Memahami relevansi bahasa Belanda dalam pengembangan narasi wisata sejarah berbasis konservasi budaya.
-
Mampu memproduksi informasi sejarah yang akurat untuk kebutuhan pemanduan wisata, kuratorial, maupun media interpretasi warisan budaya.
-
Memiliki wawasan global dan profesionalisme dalam mengembangkan pariwisata budaya yang berlandaskan nilai-nilai Kagaluhan.