Deskripsi Program
Storytelling Wisata Edukatif Sejarah merupakan bidang keahlian yang mengintegrasikan penyajian kisah sejarah secara naratif dengan pengelolaan wisata edukatif berbasis teknologi. Fokus utamanya adalah mengembangkan kompetensi dalam merancang, mengemas, dan menyampaikan informasi sejarah melalui pendekatan interpretatif, kreatif, dan berbasis riset sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang mendalam bagi wisatawan.
Program ini berpijak pada nilai-nilai konservasi dan budaya Kagaluhan, serta diarahkan untuk mendukung pengembangan Program Studi Pendidikan Sejarah di ranah kepariwisataan yang berdaya saing global. Pemanfaatan teknologi digital—meliputi multimedia, augmented reality, virtual tour, hingga digital archive—mendorong terciptanya inovasi dalam penyampaian narasi sejarah yang relevan dengan kebutuhan industri wisata masa kini.
Tujuan Program
-
Mengembangkan kompetensi naratif sejarah yang akurat, komunikatif, dan berbasis kajian ilmiah untuk kebutuhan wisata edukatif.
-
Mendorong pemahaman mendalam terhadap konservasi budaya Kagaluhan sebagai basis identitas lokal yang perlu dijaga, diangkat, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
-
Menghasilkan tenaga profesional di bidang wisata sejarah yang mampu merancang konten interpretatif dan pengalaman wisata yang edukatif serta menarik bagi berbagai segmen pengunjung.
-
Mengintegrasikan teknologi digital dalam produksi dan penyampaian storytelling sejarah untuk meningkatkan daya saing global.
-
Membangun kolaborasi dengan sektor pariwisata, budaya, dan institusi pendidikan dalam mengembangkan layanan wisata edukatif berbasis riset sejarah.
Luaran Keahlian
Lulusan atau peserta yang mengikuti pengembangan keahlian ini diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:
A. Kompetensi Utama
-
Kemampuan menyusun narasi sejarah yang valid, menarik, dan edukatif sesuai standar akademik dan kebutuhan industri pariwisata.
-
Keahlian dalam merancang paket wisata edukatif sejarah yang berbasis konservasi budaya dan berorientasi pada pengalaman pengunjung.
-
Keterampilan interpretasi warisan budaya (heritage interpretation) melalui pendekatan ilmiah, kreatif, dan etis.
B. Kompetensi Teknologis
-
Penguasaan teknologi digital untuk storytelling, seperti pembuatan konten multimedia, infografis sejarah, audio-visual edukatif, hingga pemanfaatan AR/VR.
-
Kemampuan mengelola platform digital wisata edukatif, termasuk website, aplikasi interaktif, dan tur virtual sejarah.
C. Kompetensi Pendukung
-
Kemampuan komunikasi publik, pemanduan wisata sejarah, dan penyampaian narasi secara profesional.
-
Pemahaman terhadap manajemen wisata budaya, termasuk konservasi, etika pelestarian, dan penguatan identitas lokal.
-
Kemampuan melakukan riset sejarah terapan untuk mendukung pengembangan konten wisata edukatif.